Oleh: panas dan berdebu anak ini seolah-olah menghiraukannya, anak

Oleh:
Ginza Devisi Amarina

Rumah megah dengan cat merah di
bagian depan, dan cat putih di bagian samping kanan dan kiri rumah dengan pagar
besar yang menjulang ke langit yang berwarna merah, tidak luput juga di dalam
rumah ini yang bernuansa merah putih disetiap ruangan. Di dalam rumah ini
terdapat salah satu kamar yang benuansa merah dengan gambar-gambar Manchester
United, sehingga seperti ruangan yang membara dan panas jika Manchester United
sedang berlaga di rumput hijau.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Niko sang pencinta klub sepak bola United, maka dari itu
rumahnya yang selalu ada warna merah disetiap ruangan. Tetapi tidak untuk hari
ini warna merah itu meleleh bagaikan mentega yang dipanas kan, sehingga membuat
Niko sengaja bangun kesiangan dan tidak punya semangat untuk beraktifitas.
Kekecewaan Niko itu seperti bunga layu yang lama tak disiram.

Jam dinding yang selalu berputar kini
menunjukkan jam 06.25 pagi, seharusnya niko sudah berangkat ke sekolah naik
mobil antar-jemputnya hanya tetapi niko berencana naik angkot saja, karena
kekecewaan dan malu menyelimuti dirinya yang pasti akan diejek teman-teman
antar- jemputnya.

Niko pun berangkat menggunakan angkot, di dalam angkot yang
panas dan berdebu anak ini seolah-olah menghiraukannya, anak ini hanya melamun
kan klub kesayangannya “mengapa harus kalah melawan klub kecil seperti
sheffield united” kata lubuk hatinya paling dalam. Niko sangat kecewa besar dan
tidak terima karena klub kesayangan nya harus takluk di tangan Sheffield United.

Sampailah di depan pintu gerbang sekolah yang terbuka lebar
menyambut kedatangan Niko. Sekolah anak ini termasuk sekolah bertaraf nasional.
Anak ini pun berjalan menuju kelas nya dengan pasrah dan manarik nafas
dalam-dalam bila sewaktu-waktu teman-temannya menjelekkan klub kesayangannya
itu.

Sesampainya di depan pintu kelas Niko berdoa agar teman
sekelasnya tidak mengejek manchester united yang mengalami kekalahan di kandang
sendiri. Niko memasukki kelasnya langakah demi langkah menuju bangkunya,
“selamat ya Niko” kata salah satu teman perempuannya dengan tiba-tiba dan
membuat niko bingung dan kaget, tetapi Niko hanya membalas dengan senyuman
kecil.

Kebingungan niko itu mulai pergi,
Niko menyadari mengapa dia diberi selamat karena dia mendapatkan nilai ujian
matematika 10, dan tertinggi di sekolahnya, dan lagi niko direkomendasikan
untuk mengikuti ulimpiade matematika se-Jawa Timur.

Nilai 10 itulah yang sudah menyadarkan Niko bahwa nilai
tinggi dan tebaik yang harus dibanggakan bukan Manchester United.

x

Hi!
I'm Dianna!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out